Posisi Tidur Menyehatkan yang Dianjurkan Dalam Islam

 



Tidur merupakan kebutuhan dan rutinitas setiap hari setiap manusia untuk mengistirahatkan tubuhnya dari rutinitas padat selama sehari. Dengan tidur yang cukup, seseorang bisa memiliki kesehatan dan produktivitas yang baik.

Saat tidur, seorang Muslim juga perlu memperhatikan adab dan etikanya. Semua telah diatur dalam ajaran Islam dengan beberapa ketentuan dan tata cara.

Mengenai posisi tidur, Rasulullah memberikan penjelasan secara khusus dalam salah satu haditsnya.

"Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Seperti yang dilansir dari NU Online, Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa dianjurkannya tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan adalah karena Rasulullah menyukai untuk melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan.

Dalam posisi ini, jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran lebih kecil. Tidur posisi menghadap kanan juga akan menempatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu, posisi ini menjadi sangat baik untuk sistem pencernaan manusia.

Hasil penelitian menunjukkan, saat seseorang tidur dengan posisi menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam waktu 2,5-4,5 jam. Sedangkan tidur dengan posisi yang lain, makanan baru akan selesai dicerna setelah 5-8 jam.

Di antaranya, makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, mengisi shaf dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan, dan beberapa anjuran-anjuran lainnya.

Selain itu, tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dianggap lebih cepat untuk bangun, sehingga tidak sulit tatkala hendak dibangunkan oleh orang lain (Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, juz 17, hal. 32).

Selain bertumpu pada bagian kanan tubuhtidur juga dianjurkan untuk menghadap kiblat, sebab cara demikian adalah tidur yang dilakukan oleh Rasulullah.

Namun ada posisi tidur yang tidak dianjurkan. Tidur dengan bertumpu pada wajah (tengkurap) adalah cara tidurnya setan. Tidur dengan cara demikian adalah makruh hukumnya.

"Adapun tidur dengan bertumpu pada bagian kiri tubuh adalah hal yang dianjurkan oleh para dokter, sebab tidur dengan cara demikian lebih cepat dalam mencernakan makanan” (Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Maraqi al-’Ubudiyah, hal. 43

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi tidur yang dianjurkan oleh islam adalah tidur dengan bertumpu pada bagian kanan tubuh dengan menghadapkan wajah dan tubuh bagian depan ke arah kiblat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejadian yang Akan Terjadi di Akhir Zaman